Hasil Konfercab Pertama, Syawaluddin Terpilih Jadi Ketua PWI Aceh Tamiang 2021-2024

Konferensi Cabang Pertama PWI Kabupaten Aceh Tamiang, digelar di Grand Area Hotel, Kamis (28/10/2021).

Rumohacehnews.com, Aceh Tamiang – Hasil Konferensi Cabang pertama Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, digelar di Grand Area Hotel pada hari Kamis dini hari (28/10/2021), menetapkan Syawaluddin, SM.Hk menjadi ketua PWI periode 2021-2024. Penetapan tersebut, dibacakan langsung oleh ketua PWI Provinsi Aceh Tarmilin Usman, Kamis (28/10).

Melalui proses yang panjang dikarenakan dalam konfercab sebelumnya sempat di skor penundaannya selama 3 bulan, dan juga hari ini kamis (28/10) tidak ada peserta lain yang ingin mencalonkan diri, maka oleh pimpinan sidang dalam Konferensi Cabang (Konfercab)pertama PWI Aceh Tamiang 2021, akhirnya menetapkan syawaluddin secara aklamasi menjadi ketua terpilih.

Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman dalam sambutannya menjelaskan, bahwa penundaan Konfercab sebelumnya dilakukan untuk kemaslahatan PWI Aceh Tamiang, namun bukan untuk intervensi.

PWI Kabupaten atau Kota juga harus bersinergi dalam mendukung pemerintah melalui kritikan konstrustif dan bukan kritikan tendensius, jelasnya.

Tarmilin Usman juga mengatakan, PWI juga harus ikut membantu negara ini dimasa-masa Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal terpenting adalah fungsikan media sebagai kontrol sosial. Alhamdulillah, semoga perjalanan Konfercab hari ini dapat berjalan dengan baik, pungkasnya.

Terakhir kata Tarmilin, Saya mengucapkan Terima kasih kepada Sawaluddin yang telah membentuk PWI Aceh Tamiang dan beberapa kegiatan yang telah dijalankan seperti adanya Pra UKW dan UKW beberapa waktu lalu, tutupnya.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Tamiang terpilih Syawaluddin, SM.Hk saat dikonfirmasi wartawan rumohacehnews mengatakan, Kita akan melakukan konsolidasi internal, untuk memperbaiki manajemen kearsipan surat menyurat agar menjadi sistematis.

Melakukan hubungan kerja sama, antar lembaga, institusi dan pemerintahan, agar terjalin sinergitas pembangunan disegala sektor untuk karya jurnalistik yang menjunjung tinggi KEJ di Aceh Tamiang, ujarnya.

Merekrut keanggotaan PWI Aceh Tamiang yang selektif, termasuk perusahaan medianya apakah terdaftar di dewan pers, lalu mengantongi kartu UKW. Mengupayakan tapakkan kantor PWI untuk jangka panjang, agar PWI Aceh Tamiang nantinya memiliki kantor yang refresentatif, kata Syawal.

Ia juga menambahkan, “Saya tidak bisa bekerja tanpa pengurus dan anggota, sebalik pengurus dan anggota bisa bekerja tanpa saya. Artinya saya tidak memiliki daya dan upaya tanpa kawan-kawan.”

Jadilah jurnalistik yang dihargai dan dihormati karena tulisan, tapi bukan menjadi parasit pada orang lain untuk menjadi takut, tutup Syawaluddin.

Laporan: Dedi Muliyadi

Tinggalkan Balasan