sóng thần sinh ra từ đâu hậu cung như ý truyện đầu tư bao nhiêu tiền lua chon trat tutu trong cau lop 8 lựa chọn từ thích hợp điền vào chỗ trống đầu tư theo chỉ số ở việt nam chung cư thương mại so quy hoach va dau tu tp hcm

Langkah Strategis Cek Mad – Fauzi Tanam 500 Pohon di Masa Pandemi

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib (Cek Mad) secara simbolis menanam 500 batang pohon dimasa pandemi pada Jum'at 21 Mei 2021.

Aceh Utara adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh. Ibukota kabupaten ini dulu berada di Kota Lhokseumawe, sekarang dipindahkan ke Lhoksukon, menyusul dijadikannya Lhokseumawe sebagai daerah otonom baru.

Dengan berpindahnya Ibukota ke Lhoksukon otomatis kantor-kantor pemerintahan Aceh Utara juga harus bermigrasi ke kota ini. Pusat pemerintahan baru kini berada di kawasan Landing, Lhoksukon.

Kondisi lingkungan di kawasan ini terlihat tandus, terutama di sekitar area gedung Kantor Bupati dan DPRK Aceh Utara yang dulunya merupakan bekas areal gudang dan basecamp perusahaan eksplorasi migas Exxonmobil.

Di kawasan inilah ditanami berbagai macam pohon penghijauan pada Mei 2021. Ini adalah wujud kepeduliaan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib yang akrab disapa Cek Mad untuk menata lingkungan kantor menjadi asri, bersih, sejuk dan sedap dipandang mata.

Dokumentasi: Para Asn Saat Menanam Pohon Buah Mangga Di Areal Kantor Bupati Aceh Utara.

Program penghijauan ini berjalan searah dengan kondisi daerah saat ini. Di mana sejak dilanda pandemik Covid-19, tepatnya sejak 2 Maret 2020 ketika Presiden Jokowi bersama jajarannya mengumumkan kasus pertama positif Covid-19 terjadi di Indonesia.

Berkisar bulan April 2020, penularan Covid-19 telah menginfeksi seluruh provinsi di Tanah Air, termasuk juga Provinsi Aceh. Hingga 7 Juni 2021 Aceh mencatat 16.195 orang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, dan Aceh Utara berada di peringkat ke-8 (delapan) dari seluruh kabupaten/kota di daerah ini. Jumlah kasus di Aceh Utara per 7 Juni 2021 sebanyak 366 orang terkonfirmasi positif.

Dengan banyaknya jumlah kasus yang positif, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sudah melakukan upaya-upaya untuk menekan angka positif Covid-19 agar tidak bertambah, yakni dengan melakukan pemberlakuan jam malam, wajib memakai masker, mobilisasi dan sosialisasi protokol kesehatan dan membuat langkah strategis dengan menanam 500 batang pohon di masa pandemi saat ini.

Langkah strategis Cek Mad bersama wakilnya Fauzi Yusuf menanam 500 batang pohon di masa pandemi Covid-19 patut kita beri apresiasi. Pasalnya, fungsi tumbuhan dalam pandemi Covid-19 dapat menjadi agen untuk memproduksi oksigen (O2) yang dapat mempertahankan daya tahan tubuh, menambah imun badan di masa new normal.

Tanam 500 Batang Pohon

Bulan Mei kemarin, tepatnya Jumat 21 Mei 2021, Bupati H Muhammad Thaib menyampaikan bahwa di lingkungan Kantor Bupati di kawasan Landing, Lhoksukon, setidaknya akan ditanami sekitar 500 batang pohon. Di antaranya jenis kelapa sekitar 150 batang, selebihnya jenis tanaman buah seperti jambu, mangga dan jeruk bali. “Ditanami dengan tanaman buah, sehingga lebih memberi manfaat,” ungkap Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Untuk jenis tanaman kelapa ditanami di pinggiran lapangan upacara di depan Kantor Bupati, sedangkan jenis tanaman buah ditanami dalam areal pekarangan Kantor Bupati. Sebagian tanaman tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat untuk mendukung kegiatan penghijauan lingkungan kantor Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara di kawasan Landing, tuturnya.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyumbang bibit tanaman untuk kita tanam di areal ini,” kata Cek Mad, seraya menambahkan dengan adanya penghijauan nantinya lingkungan Kantor Bupati dan DPRK diharapkan menjadi lebih asri dan teduh, tidak terlihat kering dan gersang seperti sekarang.

Dokumentasi: Keceriaan Semangat Bergotong Royong Terlihat Dari Wajah Mereka Saat Menanam Pohon, Jum’At (21/5/2021).

Menandai dimulainya kegiatan penghijauan tersebut, Bupati H Muhammad Thaib turut menanami beberapa pohon disaksikan oleh pejabat lainnya.

Pada kesempatan itu Cek Mad turut mengajak jajaran ASN untuk melakukan gotong royong setiap hari Jumat. Selain dapat berfungsi sebagai olahraga untuk menyehatkan badan, gotong royong juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi di tengah deraan wabah Covid-19 saat ini, kegiatan olahraga dan gotong royong sangat penting dilakukan secara rutin.

Disebutkan, pepohonan sangat berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan hidup dalam jangka waktu yang lama dengan menyediakan oksigen, meningkatkan kualitas udara, perbaikan iklim, melestarikan air, melestarikan tanah, dan tempat aktivitas satwa liar seperti burung.

Selama proses fotosintesis, pohon mengambil karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang kita hirup.
Pempohonan juga mendinginkan bumi dengan berfungsi sebagai penyerap karbon , dan menambahkan uap air ke atmosfer sehingga meningkatkan kekeruhan. Menghangatkan bumi dengan menyerap persentase sinar matahari yang tinggi karena reflektifitas yang rendah dari permukaan gelap hutan.

Manfaat pohon bagi kehidupan bisa dirujuk dalam Petunjuk Teknis Penanaman Spesies Pohon Penyerap Polutan Udara yang diterbitkan oleh KLHK (2015), disebutkan bahwa pada 1 hektare Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar, dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1.500 penduduk/hari dan menyerap 2,5 ton karbon dioksida/tahun.
Satu hektare RTH juga dapat menyimpan 900 m3 air tanah/tahun, mentransfer air sebanyak 4.000 liter/hari, menurunkan suhu 5-8 derajat Celcius, meredam kebisingan 25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin sebesar 75-80 persen.
Di samping itu, kemampuan pohon untuk menyerap karbon dioksida juga merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim.

(ADV)

Tinggalkan Balasan