Berita  

Terima Kunjungan Tim BBPOM, Mursil Dorong Pasar Pangan Aceh Tamiang Aman

Bupati Aceh Tamiang berserta Wakil foto bersama dengan Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, di ke ruangan kerja Bupati, Jum’at (8/10/21).

Rumohacehnws.com, Aceh Tamiang – Bertempat di ruangan kerjanya, Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn yang didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST, menerima kunjungan Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, Jum’at (8/10/2021).

Kedatangan Tim BBPOM Aceh ini dalam rangka melaksanakan Intervensi keamanan pangan melalui program desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas dan pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Widya Ningsih perwakilan dari tim lapangan BBPOM mengatakan bahwa intervensi ini sangat perlu diadakan untuk mengetahui kondisi keamanan pangan di pasar dalam lingkup Aceh Tamiang.

“Beberapa makanan seperti mie basah, ikan asin dan kerupuk telah kita ambil sampelnya untuk diteliti apakah ada mengandung boraks atau bahan kimia berbahaya lainnya”, ujarnya.

Perihal hasil uji laboratorium nanti, Widya akan menyampaikan kembali kepada Bupati perihal langkah yang akan diambil oleh Pimpinan Daerah selanjutnya.

Pada dasarnya, boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat. Senyawa ini digunakan untuk bahan non pangan seperti bahan pembuatan deterjen, pengawet kayu bahkan campuran pupuk tanaman. Akan tetapi, saat ini sedang maraknya terjadi penyalahgunakan Boraks pada pangan seperti digunakan sebagai pengenyal pada bakso, mie, kerupuk dan empek-empek. Sementara itu, penggunakan boraks pada makanan dapat membahayakan kesehatan sebab dapat mengganggu susunan saraf pusat, fungsi ginjal dan hati bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Widya juga menyampaikan bahwa Kampung Purwodadi, Kec. Kejuruan Muda telah terpilih menjadi Kampung Pilot Project Desa Pangan Aman. Hal ini berdasarkan hasil penilaian tim akan beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Selain itu, SMAN 1 Kejuruan Muda keluar sebagai Juara 1 Tingkat Nasional lomba video aman pangan oleh BBPOM Aceh.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil mendukung penuh program intervensi ini. Menurutnya, barbagai sumber penyakit saat ini sebagian besar bersumber dari makanan tidak sehat yang dikonsumsi.

“Saya sering bertanya kepada para pasien kanker soal makanan yang dikonsumsi. Hampir semua dari mereka menjadi terlalu sering mengonsumsi junk food. Jadi memang harus benar-benar sehat makanan yang kita konsumsi ini. Jangan sampai pula yang berbahan boraks kita konsumsi”, ucap Mursil.

Melalui adanya intervensi pasar ini, Pemkab Aceh Tamiang dan Tim BBPOM berharap semoga kesadaran para pedagang dalam menggunakan bahan dasar non kimia dapat lebih meningkat.

Sebelum beranjak kembali ke Kota Banda Aceh, dilakukan penandatanganan “Komitmen Bersama” sebagai dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terhadap pelaksanaan intervensi keamanan pangan dari Balai Besar POM Aceh melalui program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Tampak hadir dalam pertemuan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian, Rafe’i, Kepala Dinas PMKPPKB, Mix Donal dan Kabag Humas, Azwanil Fakhri.

Laporan: DM

Tinggalkan Balasan